Langsung ke konten utama
Pedagang Tak Percaya Kebakaran 
Disebabkan Arus Pendek
Tribun Timur - Selasa, 28 Juni 2011 18:40 WITA
Share|
Menyelamatkan-barang-dagangan-Pasar-Sentral.jpg
TRIBUN TIMUR/ABBAS SANDJI
Penyelamatan barang dagangan di Pasar Sentral, Makassar, Selasa (28/06/2011).
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Sejumlah pedagang yang berjualan di Makassar Mal, Sentral, yang terbakar pada Selasa (28/6/2011) dini hari sepanjang harui ini tampak sibuk mengamankan barang mereka,

Mereka naik ke lantai dua bangunan dengan menggunakan tangga pemadam dan memeriksa lapak jualan mereka untuk mengambil barang yang tidak terbakar api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Hakim, mengatakan bahwa diduga api berasal dari arus pendek listrik gedung.

Api kemudian merambat ke seluruh penjuru akibat barang dagangan yang terdiri dari bahan kain dan textil. "Kami tidak akan berhenti hingga api dinyatakan padam secara keseluruhan," tegasnya.

Ketua Asosiasi Pedagang Makassar Mal, M Sahib yang ditemui di lokasi kebakaran mengatakan bahwa dirinya mengalami kerugian hingga Rp 3,5 Miliar dari 12 petak lapak miliknya.

Pedagang Textil di Makassar mal ini juga menambahkan bahwa para pedagang curiga dengan indikasi pihak kebakaran yang mengatakan bahwa penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik sedangkan pihak pengelola pasar dan pedagang sudah sepakat untuk tidak menyalakan lampu mulai sore hingga pemilik lapak membuka tokonya kembali.

"Masa bisa arus pendek terjadi padahal tidak ada lampu yang menyala, " ujar Sahib.

Sahib juga menambahkan bahwa pihak pengelola dan teknisi listrik Makassar mal sebelumnya pernah bersitegang karena Bagian teknisi meminta kenaikan gaji yang hingga kini belum diterimanya.

"Kami akan meminta dispensasi pihak perbankan untuk memberi keringanan pada pengusaha yang menggunakan jasa perbankan untuk bisa menunda cicilan hingga enam bulan atau setahun," jelas Sahib











Komentar

  1. Dpp lmr.RI/lri.bph.nms memerintahkan untuk mengkoordinasikan semua anggota wilayah DPD dan ketua DPD agar mengirimkan alamat email atau no kontak HP ke alamat ala.mail.nch@gmail.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Pengunjung yang Budiman sudilah kiranya memberikan komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebohongan Yang Indah

Ketika pagi akan menjelang, rerumputan masih terbasahi embun yang memaksa mendinginkan udara pagi di kaki bukit Gunung Slamet. Embun pula yang meneteskan air di dedaunan pohon-pohon hijau. Ayam-ayam berkokok saling bersahutan menandakan kesibukan manusia akan segera dimulai, bagaikan opera alami yang natural. Sebelum bangun, mata ku selalu melirik ke arah jam dinding untuk memastikan benar-benar pagi telah layak untuk disambut. Setiap pagi sebelum azdan berkumandang selalu terdengar rintihan pintu rumah kayu kami ketika dibuka. Kreettt, Bapak membuka pintu sembari berteriak memanggil dan mengajaku untuk pergi bersama sholat berjamaah di mushola tak jauh dari rumah kami. “Royan, bergegaslah ke mushola, bapak tunggu!” “Iya pak, Royan segera menyusul” Sepulang ku dari mushola, aku langsung bergegas membantu ibu ku yang sedang sibuk memasak untuk keperluannya berjualan nasi di depan rumah kami. Ya, aku adalah anak seorang penjual nasi, hidup kami sederhana, tak...

Wiro Sableng #106 : Rahasia Bayi Tergantung

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM SATU Dalam rimba belantara di kaki Gunung Labatu Hitam yang biasanya diselimuti kesunyian sekali ini terdengar suara aneh berkepanjangan. Seperti ada seseorang yang tengah mengucapkan atau merapal jampi-jampi tak berkeputusan. "Kau mendengar suara itu wahai tiga saudaraku?" bertanya sosok tinggi besar berewokan yang dua kakinya terbungkus batu besar berbentuk bola. Orang ini adalah Lakasipo, bekas Kepala negeri Latanahsilam yang kemudian dikenal dengan julukan Bola-Bola Iblis alias Hantu Kaki Batu. Seperti diceritakan dalam serial Wiro Sableng sebelumnya, berkat pertolongan Hantu Tangan Empat maka Wiro dan Naga Kuning serta si kakek berjuluk Setan Ngompol sosok tubuhnya berhasil dirubah menjadi lebih besar walau belum mencapai sebesar sosok orang-orang di Negeri Latanahsilam. Karena itulah jika sedang mengadakan perjalanan jauh Lakasipo selalu membawa ke t...

Pancake Buat Tuhan

Brandon bocah berumur 6 tahun. Suatu hari sabtu pagi, dimana biasanya orang tuanya tidak bekerja dan tidur sampai agak siang, Brandon menyiapkan sebuah kejutan. Ia berencana membuat pancake. Ia mengambil sebuah mangkuk besar, sendok, menggeser kursi ke pinggir meja, dan menarik sebuah tupperware berisi tepung yang berat, menumpahkan sebagian isinya ke lantai. Lalu ia mengambil tepung itu dengan tangannya, sebagian berserakan di meja makan, lalu mengaduknya dengan susu dan gula sehingga bekas adonan berceceran di sekelilingnya. Ditambah lagi dengan beberapa telapak kaki kucingnya yang ingin tahu apa yang sedang terjadi. Brandon tampak tertutup dengan tepung dan kelihatan sangat frustasi. Yang dia inginkan hanya membuat sesuatu untuk menyenangkan mama dan papanya. Tapi kelihatannya yang terjadi malah sangat amat buruk. Dia sekarang tidak tahu harus berbuat apa, apakah memasukkan adonan ke dalam oven atau dibakar di perapian. Lagipula dia tidak tahu cara menyalakan api di kompor atau ...