Langsung ke konten utama

Penjaringan Mahasiswa Baru


Syarat umum untuk dapat mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru STIN adalah:
  1. Berminat untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
  2. Lulus Ujian Nasional.
  3. Masuk dalam ranking 10 besar umum di sekolahnya, nilai rata-rata 8 di buku rapor masing-masing di kelas 10, 11 dan 12, dari semua jurusan, dan direkomendasikan secara tertulis dari Kepala Sekolah yang bersangkutan.
  4. Sehat fisik dan psikis, dengan tinggi badan untuk pria minimal 165 cm, dan untuk wanita 160 cm, dengan berat badan dan penampilan ideal.
  5. Mempunyai bakat atau minat dibidang olahraga bela diri, serta mampu menggunakan komputer.
  6. Bebas narkoba dengan surat keterangan dari Rumah Sakit POLRI, Rumah Sakit TNI, dan Rumah Sakit daerah setempat yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan surat keterangan dimaksud.

Setiap tahunnya penjaringan mahasiswa akan dilakukan pada bulan Mei. Tim penjaring mahasiswa baru dari STIN akan hadir di beberapa kota tertentu yang dituju. Calon mahasiswa dari kota lain selain kota yang dituju dapat mengikuti seleksi di kota yang terdekat, dengan biaya sendiri.

Sedangkan untuk mengikuti seleksi tidak di pungut biaya apapun, hanya harus mendapat rekomendasi tertulis dari Kepala Sekolah yang bersangkutan.

Kelengkapan administasi yang harus disiapkan untuk mengikuti seleksi calon mahasiswa baru STIN:
  1. Fotocopy rapor kelas 10, 11, 12 (di-scan dan kirimkan ke alamat email registrasi@stin.ac.id) dan aslinya untuk verifikasi (diserahkan apabila sudah ada panggilan resmi).
  2. Fotocopy Ijasah akhir (di-scan dan kirimkan ke alamat email registrasi@stin.ac.id).
  3. Surat izin dari orang tua (bermaterai cukup) untuk mengikuti pendidikan STIN dan karir selanjutnya.
  4. Surat Bebas Narkoba dari institusi yang berwenang (di-scan dan kirimkan ke alamat email registrasi@stin.ac.id).
  5. Surat kesehatan tidak cacat jasmani, tidak cacat rohani,dan tidak buta warna dari institusi yang berwenang (di-scan dan kirimkan ke alamat email registrasi@stin.ac.id).
  6. Memenuhi tingkat kebugaran standar umum (test fisik ketika mendapat panggilan resmi).
  7. Surat Rekomendasi dari kepala sekolah yang bersangkutan (di scan dan kirimkan ke alamat email registrasi@stin.ac.id).
  8. Pas foto digital berwarna terbaru, warna latar belakang merah ukuran 4x6.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebohongan Yang Indah

Ketika pagi akan menjelang, rerumputan masih terbasahi embun yang memaksa mendinginkan udara pagi di kaki bukit Gunung Slamet. Embun pula yang meneteskan air di dedaunan pohon-pohon hijau. Ayam-ayam berkokok saling bersahutan menandakan kesibukan manusia akan segera dimulai, bagaikan opera alami yang natural. Sebelum bangun, mata ku selalu melirik ke arah jam dinding untuk memastikan benar-benar pagi telah layak untuk disambut. Setiap pagi sebelum azdan berkumandang selalu terdengar rintihan pintu rumah kayu kami ketika dibuka. Kreettt, Bapak membuka pintu sembari berteriak memanggil dan mengajaku untuk pergi bersama sholat berjamaah di mushola tak jauh dari rumah kami. “Royan, bergegaslah ke mushola, bapak tunggu!” “Iya pak, Royan segera menyusul” Sepulang ku dari mushola, aku langsung bergegas membantu ibu ku yang sedang sibuk memasak untuk keperluannya berjualan nasi di depan rumah kami. Ya, aku adalah anak seorang penjual nasi, hidup kami sederhana, tak...

Wiro Sableng #106 : Rahasia Bayi Tergantung

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM SATU Dalam rimba belantara di kaki Gunung Labatu Hitam yang biasanya diselimuti kesunyian sekali ini terdengar suara aneh berkepanjangan. Seperti ada seseorang yang tengah mengucapkan atau merapal jampi-jampi tak berkeputusan. "Kau mendengar suara itu wahai tiga saudaraku?" bertanya sosok tinggi besar berewokan yang dua kakinya terbungkus batu besar berbentuk bola. Orang ini adalah Lakasipo, bekas Kepala negeri Latanahsilam yang kemudian dikenal dengan julukan Bola-Bola Iblis alias Hantu Kaki Batu. Seperti diceritakan dalam serial Wiro Sableng sebelumnya, berkat pertolongan Hantu Tangan Empat maka Wiro dan Naga Kuning serta si kakek berjuluk Setan Ngompol sosok tubuhnya berhasil dirubah menjadi lebih besar walau belum mencapai sebesar sosok orang-orang di Negeri Latanahsilam. Karena itulah jika sedang mengadakan perjalanan jauh Lakasipo selalu membawa ke t...

Pancake Buat Tuhan

Brandon bocah berumur 6 tahun. Suatu hari sabtu pagi, dimana biasanya orang tuanya tidak bekerja dan tidur sampai agak siang, Brandon menyiapkan sebuah kejutan. Ia berencana membuat pancake. Ia mengambil sebuah mangkuk besar, sendok, menggeser kursi ke pinggir meja, dan menarik sebuah tupperware berisi tepung yang berat, menumpahkan sebagian isinya ke lantai. Lalu ia mengambil tepung itu dengan tangannya, sebagian berserakan di meja makan, lalu mengaduknya dengan susu dan gula sehingga bekas adonan berceceran di sekelilingnya. Ditambah lagi dengan beberapa telapak kaki kucingnya yang ingin tahu apa yang sedang terjadi. Brandon tampak tertutup dengan tepung dan kelihatan sangat frustasi. Yang dia inginkan hanya membuat sesuatu untuk menyenangkan mama dan papanya. Tapi kelihatannya yang terjadi malah sangat amat buruk. Dia sekarang tidak tahu harus berbuat apa, apakah memasukkan adonan ke dalam oven atau dibakar di perapian. Lagipula dia tidak tahu cara menyalakan api di kompor atau ...