Langsung ke konten utama

Guru Belum Netral, Pengawasan UN Maros Dilakukan Secara Silang - Tribun Timur

Guru Belum Netral, Pengawasan UN Maros Dilakukan Secara Silang - Tribun Timur
MAROS, TRIBUN-TIMUR.COM - Menghindari terjadinya kecurangan yang dilakukan para guru pada saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada April mendatang, Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Maros melakukan pengawasan silang.

Kepala Bidang Kurikulum Diknas Maros H Ashar Salam menuturkan, penyilangan pengawas sekolah ini semata-mata dilakukan untuk menghindari kecurangan yang kerap terjadi pada saat ujian. Hal itu karena masih minimnya tingkat kesadaran guru yang bersangkutan untuk bersifat netral.

Penyilangan pengawas ini sudah sering dilakukan pada saat ujian. Bukan cuma di Maros, menurutnya hal itu berlaku di hampir seluruh Sulsel. "Ini bukan kali pertama dilakukan tapi sudah sejak dulu. Kita tinggal menunggu juknisnya saja kemudian siap melakukannya," ujarnya saat dihubungi melalui ponselnya, Minggu (22/1/2012).

Ia menambahkan penyilangan pengawas ini juga dibutuhkan supaya guru sekolah tidak memberikan kunci jawaban pada saat ujian berlangsung. "Tidak bisa dipungkiri jika ada sekolah yang karena tidak ingin tingkat kelulusan di sekolahnya anjlok, maka ia memberikan kunci jawaban kepada muridnya," bebernya.

Tahun ini kata Ashar, penyilangan akan dilakukan secara merata. Yakni penyilangan antar Kecamatan. Sebelumnya, para guru hanya disilang dari sekolah satu ke sekolah yang lain. "Bisa jadi nanti ada guru sekolah yang akan mengawas di desa tapi tidak menutup kemungkinan ada juga guru yang akan tetap mengawas disekolahnya, karena alasan muridnya sedikit. Tapi dia tetap akan didampingi oleh pengawas lain dari sekolah lainnya," ungkapnya.

Hal senada juga diutarakan anggota Komisi III DPRD Maros membidangi pendidikan, Andi Said Patombongi. Ia mengaku setuju dengan keputusan Diknas. Namun belum cukup, sebab boleh jadi masalah selama ini ada pada pemeriksaan dan pemberian nilai siswa. "Jadi kuncinya adalah kesadaran semua pihak tentang kejujuran dan kemauan keras untuk menciptakan kualitas pendidikan," tambahnya.(*/tribun-timur.com)

Penulis : Mutmainnah
Editor : Muh. Irham

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebohongan Yang Indah

Ketika pagi akan menjelang, rerumputan masih terbasahi embun yang memaksa mendinginkan udara pagi di kaki bukit Gunung Slamet. Embun pula yang meneteskan air di dedaunan pohon-pohon hijau. Ayam-ayam berkokok saling bersahutan menandakan kesibukan manusia akan segera dimulai, bagaikan opera alami yang natural. Sebelum bangun, mata ku selalu melirik ke arah jam dinding untuk memastikan benar-benar pagi telah layak untuk disambut. Setiap pagi sebelum azdan berkumandang selalu terdengar rintihan pintu rumah kayu kami ketika dibuka. Kreettt, Bapak membuka pintu sembari berteriak memanggil dan mengajaku untuk pergi bersama sholat berjamaah di mushola tak jauh dari rumah kami. “Royan, bergegaslah ke mushola, bapak tunggu!” “Iya pak, Royan segera menyusul” Sepulang ku dari mushola, aku langsung bergegas membantu ibu ku yang sedang sibuk memasak untuk keperluannya berjualan nasi di depan rumah kami. Ya, aku adalah anak seorang penjual nasi, hidup kami sederhana, tak...

Daftar 26 Perguruan Tinggi yang Tawarkan Ikatan Dinas & Beasiswa

Kabar24.com , JAKARTA— Bagi para siswa lulusan SMA/SMK yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi tahun ini bisa belajar gratis dengan mekanisme beasiswa. Ada sejumlah perguruan tinggi yang menawarkan beasiswa untuk para mahasiswanya. Berikut daftar perguruan tinggi yang memberi ikatan dinas dan beasiswa penuh: 1. Akademi Ilmu Pemasyarakatan Jakarta, Jalan Raya Gandul Cinere, Jakarta selatan, website  www.depkumham.go.id 2. Akademi Kimia Analis Jawa Barat, Jalan Ir H Juanda 7, Bogor, website  www.aka.ac.id 3. Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta, Jalan Timbul 34, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, website  www.app-jakarta.ac.id

Dance it’s my Life

Jauh hari ketika saya pertama kali menari di atas panggung saat kelas 2 SD lagu Buaya Darat Maia Estianti. Ajang antar RT yang diadakan saat Tujuh belasan, saat itu saya bersama teman-teman seRT saya menari dengan begitu lincah, ke kanan, ke kiri dan mellenggok lenggok. Saya tidak mengerti saat itu mengapa ibu saya semangat sekali saat saya akan tampil, bahkan untuk kostum dan lainnya ibuku menjahitnya langsung tanpa membeli. Setiap tahunnya terus seperti itu, hingga tahun terakhir sekitar tahun 2008 saat saya kelas 6 SD. Kecintaan saya dengan tari semakin besar, sepertinya memang begitu. Yang mulanya saya hanya bisa menari Modern saja kini sudah merambah ke mana-mana. Ya, ColourGuard. Saya mulai menyukai tarian sambil membawa bendera yang biasa berada di Marching Band. Saya memulainya sekitar kelas 2 SMP hingga sekarang. Alhamdulilah saya bisa mengikuti Lomba tingkat Nasional dan di anugrahi Juara 1 se-Indonesia yang di adakan di Bogor. Kecintaan saya semakin besar sehingga bisa di ...