Langsung ke konten utama

SULAWESI SELATAN AKAN MILIKI INSTITUT SENI DAN BUDAYA

RABU, 22 JUNI 2011


Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan membangun Kampus Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) di Kota Makassar. Institut ini rencananya akan dibangun pada Tahun 2012, untuk tahap awal Pemprov menempatkan Kampus ini di Benteng Rotterdam. Lokasi Kampus ini hanya untuk sementara sambil mencari lokasi yang paling strategis. Ini merupakan rahmat bagi Indonesia Bagian Timur dan Sulawesi Selatan, kampus ini adalah  yang pertama di Kawasan Timur Indonesia. Hal ini dikatakan Gubernur Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo di Celebes Convention Center ( CCC ) Senin, 20 Juni 2011 Makassar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, H. A. Patabai Pabokori mengatakan menyambut positif rencana pendirian Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI). Jika di beberapa kota di Indonesia hanya Institut Seni Indonesia (ISI), tetapi untuk di Makassar akan digabungkan dengan ilmu budaya dan ini yang pertama di Indonesia. Untuk tahap awal akan dibentuk panitia dan melakukan studi banding ke Bali dan Yogyakarta untuk mempelajari secara langsung kampus ISI di sana.

Kesiapan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendirikan Kampus ISBI, setelah Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh meminta langsung di hadapan Gubernur untuk membangun Kampus di Makassar. Sulawesi Selatan belum memiliki Institut Kesenian padahal memiliki banyak kebudayaan yang patut dilestarikan, seperti kebudayaan I Lagaligo.


http://www.sulsel.go.id/indo/berita-530-sulawesi-selatan-akan-miliki-institut-seni-dan-budaya.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebohongan Yang Indah

Ketika pagi akan menjelang, rerumputan masih terbasahi embun yang memaksa mendinginkan udara pagi di kaki bukit Gunung Slamet. Embun pula yang meneteskan air di dedaunan pohon-pohon hijau. Ayam-ayam berkokok saling bersahutan menandakan kesibukan manusia akan segera dimulai, bagaikan opera alami yang natural. Sebelum bangun, mata ku selalu melirik ke arah jam dinding untuk memastikan benar-benar pagi telah layak untuk disambut. Setiap pagi sebelum azdan berkumandang selalu terdengar rintihan pintu rumah kayu kami ketika dibuka. Kreettt, Bapak membuka pintu sembari berteriak memanggil dan mengajaku untuk pergi bersama sholat berjamaah di mushola tak jauh dari rumah kami. “Royan, bergegaslah ke mushola, bapak tunggu!” “Iya pak, Royan segera menyusul” Sepulang ku dari mushola, aku langsung bergegas membantu ibu ku yang sedang sibuk memasak untuk keperluannya berjualan nasi di depan rumah kami. Ya, aku adalah anak seorang penjual nasi, hidup kami sederhana, tak...

Wiro Sableng #106 : Rahasia Bayi Tergantung

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM SATU Dalam rimba belantara di kaki Gunung Labatu Hitam yang biasanya diselimuti kesunyian sekali ini terdengar suara aneh berkepanjangan. Seperti ada seseorang yang tengah mengucapkan atau merapal jampi-jampi tak berkeputusan. "Kau mendengar suara itu wahai tiga saudaraku?" bertanya sosok tinggi besar berewokan yang dua kakinya terbungkus batu besar berbentuk bola. Orang ini adalah Lakasipo, bekas Kepala negeri Latanahsilam yang kemudian dikenal dengan julukan Bola-Bola Iblis alias Hantu Kaki Batu. Seperti diceritakan dalam serial Wiro Sableng sebelumnya, berkat pertolongan Hantu Tangan Empat maka Wiro dan Naga Kuning serta si kakek berjuluk Setan Ngompol sosok tubuhnya berhasil dirubah menjadi lebih besar walau belum mencapai sebesar sosok orang-orang di Negeri Latanahsilam. Karena itulah jika sedang mengadakan perjalanan jauh Lakasipo selalu membawa ke t...

Pancake Buat Tuhan

Brandon bocah berumur 6 tahun. Suatu hari sabtu pagi, dimana biasanya orang tuanya tidak bekerja dan tidur sampai agak siang, Brandon menyiapkan sebuah kejutan. Ia berencana membuat pancake. Ia mengambil sebuah mangkuk besar, sendok, menggeser kursi ke pinggir meja, dan menarik sebuah tupperware berisi tepung yang berat, menumpahkan sebagian isinya ke lantai. Lalu ia mengambil tepung itu dengan tangannya, sebagian berserakan di meja makan, lalu mengaduknya dengan susu dan gula sehingga bekas adonan berceceran di sekelilingnya. Ditambah lagi dengan beberapa telapak kaki kucingnya yang ingin tahu apa yang sedang terjadi. Brandon tampak tertutup dengan tepung dan kelihatan sangat frustasi. Yang dia inginkan hanya membuat sesuatu untuk menyenangkan mama dan papanya. Tapi kelihatannya yang terjadi malah sangat amat buruk. Dia sekarang tidak tahu harus berbuat apa, apakah memasukkan adonan ke dalam oven atau dibakar di perapian. Lagipula dia tidak tahu cara menyalakan api di kompor atau ...