Langsung ke konten utama

5 Hal yang Biasa Dilakukan Siswa Saat Tengah Bolos Sekolah

Orang bolos identik dengan rasa kebosanan, saya sendiripun juga pernah mengalami. Karena Alhamdulillah orang tua punya biaya buat bayar sekolah saya. Tapi sayangnya, perasaan bosan dengan suasana sekolah tetap saja muncul. Padahal sudah punya niat untuk tidak menyia-nyiakan uang yang dikeluarkan orang tua untuk menyekolahkan 'anaknya' (saya).

Masa sekolah tau sendirikan, jarang ada anak yang memiliki pemikiran untuk mencari pekerjaan yang menghasilkan uang, kecuali bagi mereka yang keluarganya memang kurang mampu. Jadi, banyak siswa maupun siswi yang setiap harinya hanya memikirkan main, main, dan main saja. Selama uang saku cukup untuk digelontorkan sebagai dana pemuas nafsu belaka. Tugas-tugas dikerjakan saat hari H, itupun di sekolah bukan di rumah, tepatnya sebelum bel masuk berbunyi atau pada saat pelajaran lain berlangsung.

Ya, itulah sedikit cerita kelam saya waktu sekolah dulu.

Baca juga > 6 Cara Bolos Sekolah dan Cara Mengantisipasinya

Oke kembali ke topik.

Apa saja yang biasa atau bahkan sering dilakukan seorang siswa ketika tengah membolos? Dan ini lah kebiasaan itu, yang saya ambil dari pengalaman dan observasi lapangan. Silakan anda baca:



5 Hal yang Biasa Dilakukan Siswa Saat Tengah Bolos Sekolah
1. Nongkrong

Biasanya sudah janjian sebelumnya dengan teman sekelas atau teman lingkup satu sekolah atau teman beda sekolah untuk bolos dan kumpul di tempat nongkrong pada saat jam belajar sekolahan masih berjalan.

Tempat yang biasa untuk nongkrong adalah spot yang cocok untuk bicara dengan nada keras, bebas merokok, bisa lama, dan ada sumber airnya untuk menghilangkan rasa haus, misal: borjo, mall, angkringan, warung makan langganan, dan lain-lain.


2. Main Game di Gamenet

Untuk anak yang nakal, suka berkelahi, dan suka tawuran, sedikit kemungkinan untuk mampir atau bolos ke gamenet. Karena itu memang bukan hobi mereka.

Kebiasaan ini biasa dilakukan anak sekolah dengan emblem seorang gamers. Bahkan dimulai dari jam sekolah hingga maghrib untuk bolos atau bahkan sampai malam merelakan waktu berharga hanya untuk main game di gamenet dengan teman-teman gamers lainnya. Ya, inilah kebiasaan siswa-siswa dengan jiwa sebagai gamers yang kebablasan.


3. Pacaran

Ini khusus yang punya pacar. Karena yang jomblo, mustahil. Namanya juga jomblo.

Bagi yang memiliki pacar, mereka sebelumnya akan saling janjian terlebih dahulu. Setelah saling setuju untuk ketemuan mereka akan bertemu di sesuatu tempat. Khususnya cewek, biasanya sang cewek melarikan diri dari sekolah dengan teman sesama ceweknya, dan kemudian setelah si cewek bertemu dengan cowoknya, temannya akan pergi entah kemana. Karena tugas utama temannya hanya mengantarkannya keluar dari sekolah saja agar tidak terjadi kecurigaan oleh guru piket.

Posisi sudah bertemu pacarnya, kemudian ada enam opsi tempat familiar yang akan didatangi saat bolos sekolah bersama pacar:

Pertama >> Bioskop (non mall)
Kedua >> Mall (plus bioskop)
Ketiga >> Kost cowoknya
Keempat >> Warnet
Kelima >> Taman
Terakhir >> Tempat sepi


4. Pulang ke Rumah

Mumpung rumah sepi, orang tua sibuk kerja, kakak kuliah, adik sekolah, pembantu pun tak punya. Solusi terbaik adalah pulang ke rumah.

Di rumah bisa tidur, main PS, nonton film, dan hal lainnya sampai orang tua dan saudara pulang ke rumah. Ketika ditanya, "kok pulang duluan? Biasanya sekolah kamu pulang terkhir karena ada les tambahan." Dengan entengnya menjawab, "Ada rapat guru, jadi siswanya disuruh belajar di rumah." Dan orang tua pun percaya tanpa ada menaruh rasa curiga.


5. Baca Buku di Toko Buku

Kebiasaan aktivitas anak teladan yang bosan dengan suasana sekolah adalah bolos di Toko Buku. Walaupun membolos tapi masih positif.

Toko buku menjadi sasaran mereka karena di tempat inilah mereka dapat mengisi waktu dan menambah ilmu. Disini juga tidak ada razia, jadi aman.


Untuk saat ini, hanya ada 5 kebiasaan bolos siswa di tengah jam belajar sekolah masih berlangsung yang dapat saya sampaikan.


Faktanya, hingga saat ini masih banyak anak yang tidak dapat bersekolah karena keterbatasan biaya, sementara para pelajar yang orang tuanya mampu menyekolahkan malah tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya.


Pertanyaan saya pada anda,

Pedulikah anda dengan nasib anda kedepan dan usaha orang tua anda yang selama ini banting tulang setiap hari demi membiayai anda sekolah?

Dan jangan lupa akan adanya Razia siswa dan siswi yang bolos karena ketahuan menggunakan seragam sekolah. Saran saya, ketika mau bolos siap-siap bawa baju ganti. Lol.

Bolos itu sebenarnya ada benarnya juga, jika memang pikiran otak dalam kepala sudah siap mau pecah. Tapi harus positif dan menghasilkan. Oke. LOL. Yang intinya, jangan pernah membolos jika tidak ada manfaat atau faktor X.


Sekian dari saya. Jika ada salah dalam penyampaiaan atau penulisan saya mohon maaf.

Yang ingin menambahkan juga saya persilakan, tulis di kolom komentar di bawah postingan ini. Masukan atau kritikan anda sangat bermanfaat untuk kehidupan blog ini. He..he..

Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
PEMBERITAHUAN !!

Bagi anda yang dengan sengaja COPY PASTE / EDIT artikel ini dan kemudian mempublikasikan pada website/blog/dimanapun, Admin/Penulis MOHON DENGAN SANGAT! untuk mencantumkan sumber / link / url blog ini. Kami tidak akan melaporkan artikel/tulisan hasil CoPas anda ke DMCA atau pihak manapun, karena kami tau bahwa itu TIDAK AKAN MERUBAH KEBIASAAN BURUK ANDA. HANYA Kesadaran dan Kejujuran anda yang kami Butuhkan.

Terimakasih atas pengertiannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebohongan Yang Indah

Ketika pagi akan menjelang, rerumputan masih terbasahi embun yang memaksa mendinginkan udara pagi di kaki bukit Gunung Slamet. Embun pula yang meneteskan air di dedaunan pohon-pohon hijau. Ayam-ayam berkokok saling bersahutan menandakan kesibukan manusia akan segera dimulai, bagaikan opera alami yang natural. Sebelum bangun, mata ku selalu melirik ke arah jam dinding untuk memastikan benar-benar pagi telah layak untuk disambut. Setiap pagi sebelum azdan berkumandang selalu terdengar rintihan pintu rumah kayu kami ketika dibuka. Kreettt, Bapak membuka pintu sembari berteriak memanggil dan mengajaku untuk pergi bersama sholat berjamaah di mushola tak jauh dari rumah kami. “Royan, bergegaslah ke mushola, bapak tunggu!” “Iya pak, Royan segera menyusul” Sepulang ku dari mushola, aku langsung bergegas membantu ibu ku yang sedang sibuk memasak untuk keperluannya berjualan nasi di depan rumah kami. Ya, aku adalah anak seorang penjual nasi, hidup kami sederhana, tak...

Wiro Sableng #106 : Rahasia Bayi Tergantung

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM SATU Dalam rimba belantara di kaki Gunung Labatu Hitam yang biasanya diselimuti kesunyian sekali ini terdengar suara aneh berkepanjangan. Seperti ada seseorang yang tengah mengucapkan atau merapal jampi-jampi tak berkeputusan. "Kau mendengar suara itu wahai tiga saudaraku?" bertanya sosok tinggi besar berewokan yang dua kakinya terbungkus batu besar berbentuk bola. Orang ini adalah Lakasipo, bekas Kepala negeri Latanahsilam yang kemudian dikenal dengan julukan Bola-Bola Iblis alias Hantu Kaki Batu. Seperti diceritakan dalam serial Wiro Sableng sebelumnya, berkat pertolongan Hantu Tangan Empat maka Wiro dan Naga Kuning serta si kakek berjuluk Setan Ngompol sosok tubuhnya berhasil dirubah menjadi lebih besar walau belum mencapai sebesar sosok orang-orang di Negeri Latanahsilam. Karena itulah jika sedang mengadakan perjalanan jauh Lakasipo selalu membawa ke t...

Pancake Buat Tuhan

Brandon bocah berumur 6 tahun. Suatu hari sabtu pagi, dimana biasanya orang tuanya tidak bekerja dan tidur sampai agak siang, Brandon menyiapkan sebuah kejutan. Ia berencana membuat pancake. Ia mengambil sebuah mangkuk besar, sendok, menggeser kursi ke pinggir meja, dan menarik sebuah tupperware berisi tepung yang berat, menumpahkan sebagian isinya ke lantai. Lalu ia mengambil tepung itu dengan tangannya, sebagian berserakan di meja makan, lalu mengaduknya dengan susu dan gula sehingga bekas adonan berceceran di sekelilingnya. Ditambah lagi dengan beberapa telapak kaki kucingnya yang ingin tahu apa yang sedang terjadi. Brandon tampak tertutup dengan tepung dan kelihatan sangat frustasi. Yang dia inginkan hanya membuat sesuatu untuk menyenangkan mama dan papanya. Tapi kelihatannya yang terjadi malah sangat amat buruk. Dia sekarang tidak tahu harus berbuat apa, apakah memasukkan adonan ke dalam oven atau dibakar di perapian. Lagipula dia tidak tahu cara menyalakan api di kompor atau ...