Langsung ke konten utama

Lintasan Sejarah Reclasseering

PANDUAN PEMERHATI RECLASSEERING 
(KETUA UMUM KOMISARIAT PUSAT LMR-RI)
Lembaga Missi Reclassering Republik Indonesia (LMR-RI) adalah suatu Lembaga Hukum dan Reclassering yang mengemban tugas-tugas Kemanusiaan, baik menyangkut aspek Pembelaan Hukum, Rehabilitasi segala Ketunaan, maupun aspek Perlindungan dan Menciptakan Rasa Aman (Security Feeling) bagi kehidupan Masyarakat dan kelangsungan Negara.
Hal-hal tersebut dituangkan penulis dalam buku ini, agar para anggota atau masyarakat luas memahami perjuangan Reclassering sejak awal melaksanakan pekerjaan Kemanusiaan di Republik Indonesia. Penulis juga memaparkan keberadaan LMR-RI, sejak dalam kandungan perjuangan Kemerdekaan Bangsa Indonesia sampai kelahirannya, Masa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia sampai pada perannya di abad XXI Millenium Ketiga ini. Karena itu, edisi revisi ini penjabaran bertitik tolak dari Reclasseering Pra Proklamasi Kemerdekaan RI, Peranan dalam Perjuangan Kemerdekaan, Pasca Proklamasi Kemerdekaan RI dan perannya pada Masa Kini yang diberi judul "Lintasan Sejarah Reklasering"
Semoga melalui penulisan ini, setiap warga masyarakat, khususnya anggota LMR-RI di seluruh Indonesia dapat mengambil Hikmah dan sebagai Cermin/Panutan bagi perjuangan pelaksanaan Reclassering dalam bermasyarakat dan bernegara.

Jakarta, M e i 2001

Ttd.

(DR. H. MOEHAMMAD JASIN)
Komisaris Jenderal Polisi (Purn)

MUTIARA BAGI GENERASI PENERUS 


PENDIRI & KETUA DEWAN PEMBINA DAN PENASEHAT LMR-RI


Pada edisi Mei 2001, Buku Lintasan Sejarah Reklasering mengalami pembenahan dan pelurusan sesuai semangat Reclasseering. Untuk itu, secara khusus saya sampaikan pesan bagi seluruh pemerhati dan pejuang Reclasseering Republik Indonesia untuk senantiasa mempertahankan Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia, dengan cara dan pola serta mekanisme yang benar dan sesuai dengan semangat Anggaran Dasar LMR-RI, sehingga apabila terdapat kekeliruan dan atau penyimpangan dalam menjalankan Missi Reclasseering, maka para fungsionaris harus segera meluruskan, membenahi dan menjernihkan permasalahannya.
Klarifikasi terhadap adanya penyimpangan dalam menjalankan Organisasi sangatlah mutlak, sebab Lembaga ini adalah Lembaga yang membawa Missi Mulia berkaitan dengan Missi Kemanusiaan yang peduli terhadap Penegakkan Supremasi Hukum dan HAM sejak perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Untuk itu, saya menyarankan agar para fungsionaris LMR-RI senantiasa menghormati, melindungi, menjaga wibawa dan nama baik Organisasi.
Lakukanlah Hal-Hal Mulia bagi sesama manusia tanpa harus membedakan Asal-usul Suku, Agama dan Ras.

Jakarta, M e i 2001

Ttd.

Prof. DR. Drs. GPH. Tjokrodiningrat, SH
J e n d e r a l T N I ( P u r n )
SEKAPUR SIRIH
KETUA PELAKSANA HARIAN LMR-RI


Lembaga Missi Reclassering Republik Indonesia dalam Lintasan Sejarah dan Peranan Masa Kini yang disusun oleh Penulis adalah sangat baik dan tepat.
Baik dan Tepat dalam arti kata, secara historis aktifitas Lembaga Missi Reclasseering R.I. sangat baik dan tepat, karena memaparkan dan membuka tabir tentang asal-usul Perintis, Pendiri dan Pengurus Lembaga Missi Reclassering Republik dari masa ke masa.
Lembaga Missi Reclassering Republik Indonesia sebagai Lembaga Hukum dan Reclassering di Indonesia yang sangat sarat bermuatan sejarah perjuangan, namun sebagai Lembaga Pejuang dan Profesi, Non Ormas Partai Politik dan Independen selalu disikapi oleh anggota-anggota Reclassering.
Reclassering Republik Indonesia akan selalu mengawal Kebebasan dan Kemerdekaan berbangsa dan bernegara dalam tatanan Hukum dan Harkat-Martabat Manusia Indonesia.
Reclassering Republik Indonesia didalam memasuki Millenium Ketiga Abad XXI yang dikenal sebagai abad Informasi, Komunikasi dan Teknologi, menyadari keberadaan bangsa ini yang tengah diperhadapkan dengan banyak persoalan serius.
Masa kini yang dikenal dengan masa serba Krisis, yaitu meliputi Krisis Hukum, Ekonomi - Moneter, Pendidikan dan Budaya telah membawa bangsa ini kepada nilai-nilai negatif. Hal ini merupakan tantangan bagi tugas-tugas Missi Reclassering. Namun tantangan ini akan dijawab oleh Generasi Penerus Reclassering dengan Peran Masa Kini, yaitu melindungi Moral Bangsa dari kehancuran dengan mensosialisasikan Hukum dan Reclassering kepada Masyarakat dan Negara.
Atas dasar mendidik masyarakat agar sadar, mengerti dan memahami Hak - Kewajiban dan Tanggungjawab sebagai warga negara yang baik dan benar, diharapkan dapat mengembalikan nilai Budaya Positif Bangsa ini sebagai Bangsa yang Besar.
Peran Reclassering masa kini ialah senantiasa hadir dimana-mana, karena Reclassering adalah milik kita. Reclassering juga adalah pengemban Hukum dan Keadilan Indonesia.
"Kenal diri kita, maka kita kenal Reclassering"
Lindungilah diri anda melalui perjuangan Reclassering, sebab Reclassering adalah Lembaga Penjamin Berbangsa dan Bernegara di Bumi Pertiwi tercinta.

"Kobarkan Semangat Membangun Bangsa"

Jakarta, M e i 2001

Ttd.

(H. RUSLI ABDUL KADIR, SH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebohongan Yang Indah

Ketika pagi akan menjelang, rerumputan masih terbasahi embun yang memaksa mendinginkan udara pagi di kaki bukit Gunung Slamet. Embun pula yang meneteskan air di dedaunan pohon-pohon hijau. Ayam-ayam berkokok saling bersahutan menandakan kesibukan manusia akan segera dimulai, bagaikan opera alami yang natural. Sebelum bangun, mata ku selalu melirik ke arah jam dinding untuk memastikan benar-benar pagi telah layak untuk disambut. Setiap pagi sebelum azdan berkumandang selalu terdengar rintihan pintu rumah kayu kami ketika dibuka. Kreettt, Bapak membuka pintu sembari berteriak memanggil dan mengajaku untuk pergi bersama sholat berjamaah di mushola tak jauh dari rumah kami. “Royan, bergegaslah ke mushola, bapak tunggu!” “Iya pak, Royan segera menyusul” Sepulang ku dari mushola, aku langsung bergegas membantu ibu ku yang sedang sibuk memasak untuk keperluannya berjualan nasi di depan rumah kami. Ya, aku adalah anak seorang penjual nasi, hidup kami sederhana, tak...

Wiro Sableng #106 : Rahasia Bayi Tergantung

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM SATU Dalam rimba belantara di kaki Gunung Labatu Hitam yang biasanya diselimuti kesunyian sekali ini terdengar suara aneh berkepanjangan. Seperti ada seseorang yang tengah mengucapkan atau merapal jampi-jampi tak berkeputusan. "Kau mendengar suara itu wahai tiga saudaraku?" bertanya sosok tinggi besar berewokan yang dua kakinya terbungkus batu besar berbentuk bola. Orang ini adalah Lakasipo, bekas Kepala negeri Latanahsilam yang kemudian dikenal dengan julukan Bola-Bola Iblis alias Hantu Kaki Batu. Seperti diceritakan dalam serial Wiro Sableng sebelumnya, berkat pertolongan Hantu Tangan Empat maka Wiro dan Naga Kuning serta si kakek berjuluk Setan Ngompol sosok tubuhnya berhasil dirubah menjadi lebih besar walau belum mencapai sebesar sosok orang-orang di Negeri Latanahsilam. Karena itulah jika sedang mengadakan perjalanan jauh Lakasipo selalu membawa ke t...

Pancake Buat Tuhan

Brandon bocah berumur 6 tahun. Suatu hari sabtu pagi, dimana biasanya orang tuanya tidak bekerja dan tidur sampai agak siang, Brandon menyiapkan sebuah kejutan. Ia berencana membuat pancake. Ia mengambil sebuah mangkuk besar, sendok, menggeser kursi ke pinggir meja, dan menarik sebuah tupperware berisi tepung yang berat, menumpahkan sebagian isinya ke lantai. Lalu ia mengambil tepung itu dengan tangannya, sebagian berserakan di meja makan, lalu mengaduknya dengan susu dan gula sehingga bekas adonan berceceran di sekelilingnya. Ditambah lagi dengan beberapa telapak kaki kucingnya yang ingin tahu apa yang sedang terjadi. Brandon tampak tertutup dengan tepung dan kelihatan sangat frustasi. Yang dia inginkan hanya membuat sesuatu untuk menyenangkan mama dan papanya. Tapi kelihatannya yang terjadi malah sangat amat buruk. Dia sekarang tidak tahu harus berbuat apa, apakah memasukkan adonan ke dalam oven atau dibakar di perapian. Lagipula dia tidak tahu cara menyalakan api di kompor atau ...