Langsung ke konten utama

KORUPSI DI LEMBAGA PENDIDIKAN

Korupsi di Lembaga Pendidikan

Lembaga pengawas korupsi, Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan kasus korupsi di bidang pendidikan Indonesia telah merugikan negara hingga Rp139 miliar. Menurut data ICW, diduga terjadi 40 kasus korupsi sepanjang 2012. Sedangkan untuk tahun 2013, jumlah kasus belum tercatat secara pasti.
Peneliti ICW Febri Hendri menyatakan, kasus korupsi ditemukan di semua level pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pelakunya, mulai dari dinas pendidikan daerah hingga anggota DPR. Menurut laporan terbaru ICW, sekitar sepertiga anggaran pendidikan negara diselewengkan khususnya untuk proyek pengadaan barang dan jasa.
Hal ini (penyelewengan) berpotensi menurunkan kualitas universitas. Pada akhirnya, ini akan berpengaruh pada kualitas lulusan, karena mereka menjadi lulusan yang tidak berkualitas. Dalam laporannya, ICW menunjuk ada lima jenis korupsi. Yakni laporan peristiwa fiktif, proyek atau perjalanan resmi, harga yang dinaikkan (mark-up), pemerasan, penggelapan dan penyalahgunaan anggaran. Kerugian terbesar disebabkan oleh harga yang dinaikkan atau mark-up. Kelebihan selisih harga tersebut dikantongi oleh pejabat yang korup. Mark-up merupakan praktik yang umum terjadi di lembaga-lembaga pendidikan Indonesia, karena sebagian besar didorong oleh kurangnya transparansi dalam proses penganggaran.
Setiap kali ada pengadaan di sebuah universitas, maka ada kemungkinan untuk harga yang di mark-up. Praktik korupsi banyak terjadi untuk pengadaan sarana dan prasarana. Selain itu, dari sekian banyak pos dalam anggaran pendidikan, Dana Alokasi Khusus (DAK) menjadi sektor yang paling banyak ditemukan tindak korupsi. Menurut kajian terhadap Satu Dasawarsa Pemberantasan Korupsi Pendidikan (2003-2013) yang dilakukan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW), tercatat 84 kasus yang terjadi pada sektor DAK. Kerugian yang ditimbulkan dari tindak korupsi tersebut menembus angka Rp265,1 miliar.
Padahal, DAK ditujukan untuk membangun dan memperbaiki gedung sekolah serta sarana dan prasarana (sarpras) lain. Peringkat kedua diduduki dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan pengadaan infrastruktur sekolah/madrasah," ungkap ICW.
Dari 296 kasus korupsi selama 10 tahun terakhir, modus yang paling banyak digunakan oleh para koruptor adalah penggelapan dan mark up. Penggelapan mencetak skor 106 kasus dengan kerugian negara Rp248,5 miliar. Sementara, mark up dilancarkan pada 59 kasus dengan kerugian negara Rp195,8 miliar. Untuk menyelewengkan DAK dan Dana BOS, para pelaku paling banyak menggunakan penggelapan dan mark up.
ICW menambahkan, kasus yang baru-baru ini terungkap adalah penyuapan dan penyalahgunaan wewenang terkait perencanaan pendidikan. Tindakan tersebut terjadi dalam perencanaan dan penganggaran pengadaan beberapa laboratorium di perguruan tinggi oleh anggota DPR (AS). Kasus ini dapat dikatakan sebagai kejahatan terorganisasi (organized crime) oleh pejabat yang punya kewenangan dalam perencanaan dan penganggaran di sektor pendidikan. Pejabat ini biasanya ada di Kemendikbud, Kementerian Keuangan (Kemkeu), DPR, atau pemerintah daerah.
Melihat dunia pendidikan pun penuh dengan kasus korupsi, rasanya makin miris saja. Bagaimana negara ini mau maju jika di sektor pendidikan yang harusnya mendidik dan jadi patokan awal justru penuh dengan perbuatan korup. Padahal banyaknya animo masyarakat yang ingin menjadi abdi negara ini terus meningkat. Buktinya setiap ada rekrutmen CPNS selalu ramai oleh pendaftar. Rekrutmen CPNS tahun ini diperkirakan bersih dari suap. Untuk itu bila ingin lulus harus mengandalkan kemampuan. Untuk mempelajari soal-soal cpns dan software CAT CPNS silahkan join member soalcpns.com 
(Pusat Soal CPNS No.1 Indonesia)

Komentar

  1. Setelah Berkali Kali Saya Membaca AD ART dan Visi Misi LMR-RI melalui
    Website, Saya tergerak untuk mendaftarkan diri saya sebagai Anggota, Untuk
    Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur untuk Daftar Kemana? atau jika Daftar
    Online Prosedurnya Bagaimana ? Terima Kasih. Hormat saya : Budi Santoso

    BalasHapus

Posting Komentar

Pengunjung yang Budiman sudilah kiranya memberikan komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebohongan Yang Indah

Ketika pagi akan menjelang, rerumputan masih terbasahi embun yang memaksa mendinginkan udara pagi di kaki bukit Gunung Slamet. Embun pula yang meneteskan air di dedaunan pohon-pohon hijau. Ayam-ayam berkokok saling bersahutan menandakan kesibukan manusia akan segera dimulai, bagaikan opera alami yang natural. Sebelum bangun, mata ku selalu melirik ke arah jam dinding untuk memastikan benar-benar pagi telah layak untuk disambut. Setiap pagi sebelum azdan berkumandang selalu terdengar rintihan pintu rumah kayu kami ketika dibuka. Kreettt, Bapak membuka pintu sembari berteriak memanggil dan mengajaku untuk pergi bersama sholat berjamaah di mushola tak jauh dari rumah kami. “Royan, bergegaslah ke mushola, bapak tunggu!” “Iya pak, Royan segera menyusul” Sepulang ku dari mushola, aku langsung bergegas membantu ibu ku yang sedang sibuk memasak untuk keperluannya berjualan nasi di depan rumah kami. Ya, aku adalah anak seorang penjual nasi, hidup kami sederhana, tak...

Wiro Sableng #106 : Rahasia Bayi Tergantung

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM SATU Dalam rimba belantara di kaki Gunung Labatu Hitam yang biasanya diselimuti kesunyian sekali ini terdengar suara aneh berkepanjangan. Seperti ada seseorang yang tengah mengucapkan atau merapal jampi-jampi tak berkeputusan. "Kau mendengar suara itu wahai tiga saudaraku?" bertanya sosok tinggi besar berewokan yang dua kakinya terbungkus batu besar berbentuk bola. Orang ini adalah Lakasipo, bekas Kepala negeri Latanahsilam yang kemudian dikenal dengan julukan Bola-Bola Iblis alias Hantu Kaki Batu. Seperti diceritakan dalam serial Wiro Sableng sebelumnya, berkat pertolongan Hantu Tangan Empat maka Wiro dan Naga Kuning serta si kakek berjuluk Setan Ngompol sosok tubuhnya berhasil dirubah menjadi lebih besar walau belum mencapai sebesar sosok orang-orang di Negeri Latanahsilam. Karena itulah jika sedang mengadakan perjalanan jauh Lakasipo selalu membawa ke t...

Pancake Buat Tuhan

Brandon bocah berumur 6 tahun. Suatu hari sabtu pagi, dimana biasanya orang tuanya tidak bekerja dan tidur sampai agak siang, Brandon menyiapkan sebuah kejutan. Ia berencana membuat pancake. Ia mengambil sebuah mangkuk besar, sendok, menggeser kursi ke pinggir meja, dan menarik sebuah tupperware berisi tepung yang berat, menumpahkan sebagian isinya ke lantai. Lalu ia mengambil tepung itu dengan tangannya, sebagian berserakan di meja makan, lalu mengaduknya dengan susu dan gula sehingga bekas adonan berceceran di sekelilingnya. Ditambah lagi dengan beberapa telapak kaki kucingnya yang ingin tahu apa yang sedang terjadi. Brandon tampak tertutup dengan tepung dan kelihatan sangat frustasi. Yang dia inginkan hanya membuat sesuatu untuk menyenangkan mama dan papanya. Tapi kelihatannya yang terjadi malah sangat amat buruk. Dia sekarang tidak tahu harus berbuat apa, apakah memasukkan adonan ke dalam oven atau dibakar di perapian. Lagipula dia tidak tahu cara menyalakan api di kompor atau ...