Langsung ke konten utama

Nih, Sosok Datsun Pertama untuk Indonesia

Penulis: Aris F. Harvenda | Senin, 01 Juli 2013 | 15:00 WIB
Jakarta, KompasOtomotif — Kemunculan model pertama Datsun kian dekat. Pada pertengahan bulan lalu, Kamis (20/6/2013),KompasOtomotif sempat melihat dari dekat sosok hatchback yang bakal tampil perdana di India pada 15 Juli mendatang. Sayang, kesempatan berharga tersebut tidak disertai izin mengabadikannya dengan kamera. Nissan Motor Corporation meminta agar berita dan sketsa Datsun pertama baru bisa disiarkan pada pukul 15.00 WIB hari ini.



Sosok hatchback ini cukup dinamis dengan beberapa tarikan garis bodi tajam, di depan samping dan belakang. Gril besar dengan lubang sarang lebah persis seperti logo yang sudah diperlihatkan sebelumnya. Lampu depan model besar mirip dengan desain Latio. Dilihat dari samping, bagian kap terlihat agak menajam ke bawah.

Garis tajam
Lekukan garis bervariasi terdapat di pintu belakang, yang memberi nuansa berbeda dibanding para kompetitornya di segmen mobil kota. Lampu rem juga terlihat menonjol dengan dimensi lebih besar dari Nissan March. Uniknya, di bawah kaca belakang dibuat lekukan menonjol dan garis horizontal dekat logo Datsun.
Kalau di atap March ada 3 lekukan berbentuk boomerang, pada Datsun hanya ada garis memanjang di sisi luar. "Semua lekukan garis dirancang untuk meminimalisasi hambatan angin. Diharapkan dapat berkontribusi untuk mengirit bahan bakar. Lekukan di bagian atap bertujuan agar bodi kokoh," jelas Koji Nagano, Executive Design Director Datsun. 
Sesuai negara
Ruang kabin belum bisa dilihat karena masih kosong. Nagano menjelaskan, untuk kabin disesuaikan dengan kebutuhan di setiap negara. Baik untuk Indonesia, India, Rusia, maupun Afrika Selatan berbeda. Hal itu terlihat antara lain dari jok, head unit, dan konsol, termasuk material yang dipakai. Disebutkan, semua tergantung produsen pada produk lokal yang diajak bekerja sama. Kendati demikian, desain bakunya sama, terutama dasbor dan konsol boks.
Contoh Datsun yang diperlihatkan belum dipasangi suspensi dan as roda. Hanya pelek, yang berdiameter 13 inci dengan tapak 155 dan tebal 70. Akan terlihat lebih gagah dan keren jika pelek dan ban lebar berdiameter lebih besar, yaitu 14 inci.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebohongan Yang Indah

Ketika pagi akan menjelang, rerumputan masih terbasahi embun yang memaksa mendinginkan udara pagi di kaki bukit Gunung Slamet. Embun pula yang meneteskan air di dedaunan pohon-pohon hijau. Ayam-ayam berkokok saling bersahutan menandakan kesibukan manusia akan segera dimulai, bagaikan opera alami yang natural. Sebelum bangun, mata ku selalu melirik ke arah jam dinding untuk memastikan benar-benar pagi telah layak untuk disambut. Setiap pagi sebelum azdan berkumandang selalu terdengar rintihan pintu rumah kayu kami ketika dibuka. Kreettt, Bapak membuka pintu sembari berteriak memanggil dan mengajaku untuk pergi bersama sholat berjamaah di mushola tak jauh dari rumah kami. “Royan, bergegaslah ke mushola, bapak tunggu!” “Iya pak, Royan segera menyusul” Sepulang ku dari mushola, aku langsung bergegas membantu ibu ku yang sedang sibuk memasak untuk keperluannya berjualan nasi di depan rumah kami. Ya, aku adalah anak seorang penjual nasi, hidup kami sederhana, tak...

Wiro Sableng #106 : Rahasia Bayi Tergantung

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM SATU Dalam rimba belantara di kaki Gunung Labatu Hitam yang biasanya diselimuti kesunyian sekali ini terdengar suara aneh berkepanjangan. Seperti ada seseorang yang tengah mengucapkan atau merapal jampi-jampi tak berkeputusan. "Kau mendengar suara itu wahai tiga saudaraku?" bertanya sosok tinggi besar berewokan yang dua kakinya terbungkus batu besar berbentuk bola. Orang ini adalah Lakasipo, bekas Kepala negeri Latanahsilam yang kemudian dikenal dengan julukan Bola-Bola Iblis alias Hantu Kaki Batu. Seperti diceritakan dalam serial Wiro Sableng sebelumnya, berkat pertolongan Hantu Tangan Empat maka Wiro dan Naga Kuning serta si kakek berjuluk Setan Ngompol sosok tubuhnya berhasil dirubah menjadi lebih besar walau belum mencapai sebesar sosok orang-orang di Negeri Latanahsilam. Karena itulah jika sedang mengadakan perjalanan jauh Lakasipo selalu membawa ke t...

Pancake Buat Tuhan

Brandon bocah berumur 6 tahun. Suatu hari sabtu pagi, dimana biasanya orang tuanya tidak bekerja dan tidur sampai agak siang, Brandon menyiapkan sebuah kejutan. Ia berencana membuat pancake. Ia mengambil sebuah mangkuk besar, sendok, menggeser kursi ke pinggir meja, dan menarik sebuah tupperware berisi tepung yang berat, menumpahkan sebagian isinya ke lantai. Lalu ia mengambil tepung itu dengan tangannya, sebagian berserakan di meja makan, lalu mengaduknya dengan susu dan gula sehingga bekas adonan berceceran di sekelilingnya. Ditambah lagi dengan beberapa telapak kaki kucingnya yang ingin tahu apa yang sedang terjadi. Brandon tampak tertutup dengan tepung dan kelihatan sangat frustasi. Yang dia inginkan hanya membuat sesuatu untuk menyenangkan mama dan papanya. Tapi kelihatannya yang terjadi malah sangat amat buruk. Dia sekarang tidak tahu harus berbuat apa, apakah memasukkan adonan ke dalam oven atau dibakar di perapian. Lagipula dia tidak tahu cara menyalakan api di kompor atau ...