Langsung ke konten utama




MKPI Kendal galang dana untuk Gaza

Bilal
Sabtu, 8 Desember 2012 14:02:51
(Arrahmah.com)  - MKPI (Masyarakat Kendal Peduli Islam) adalah masyarakat Kendal yang terketuk hatinya dan ikut memikirkan kaum muslimin dimanapun berada yang ternoda diennya, aqidahnya dan juga nyawanya.
Firman Alloh Ta'ala :
"Sesungguhnya mukmin itu bersaudara ..." (QS. al-Hujuraat : ayat 10)

Dan Hadist Shohih :
"Tidak beriman seorang muslim itu sehingga dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri" (Hadis Riwayat al-Bukhari)
MKPI menyelenggarakan pengajian umum dan penggalangan dana, dengan tema "Solidarity For Gaza".
Masyarakat Kendal merasa tergugah dengan adanya tragedi di negara muslim Palestina. Kami selaku masyarakat Kendal juga ikut memikirkan kondisi saudara-saudara kami yang tertindas, yang terdzolimi. Di sana mereka tidak hanya kehilangan harta benda, nyawapun menjadi taruhan dari kebiadaban zionisme Israel.
Berangkat dari situlah. Kami, bagian dari masyarakat Kendal menyelenggarakan pengajian umum dan penggalangan dana dengan tema "Solidarity For Gaza" yang insyaAlloh akan dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal :
Minggu, 23 Desember 2012
Waktu:
Pukul 08.00 – selesai
Tempat:
Pendopo Kabupaten Kendal
Moderator:
Kholid Winandar, S.Ag (Mantan DAN Menwa IAIN Walisongo Semarang)
Pembicara:
1. Dr. Joserizal Jurnalis (Ketua MER-C Indonesia)
2. KH. Abdurrohim (Direktur Radio Dakwah Surakarta)

Kami juga mengajak kaum muslimin di Kendal dan sekitarnya, untuk ikut andil membantu dan meringankan beban kaum muslimin yang menjadi korban di Gaza Palestina. Untuk itu, mari hadir dan berikan sedikit rejeki kita. Semoga Alloh Ta'ala menerima amal ibadah kita dan menjadikan rejeki kita sebagai bukti bahwa kita tidak diam melihat kaum muslimin terdzolimi....
Acara ini GRATIS!
Contact person : 0823 23823 440

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebohongan Yang Indah

Ketika pagi akan menjelang, rerumputan masih terbasahi embun yang memaksa mendinginkan udara pagi di kaki bukit Gunung Slamet. Embun pula yang meneteskan air di dedaunan pohon-pohon hijau. Ayam-ayam berkokok saling bersahutan menandakan kesibukan manusia akan segera dimulai, bagaikan opera alami yang natural. Sebelum bangun, mata ku selalu melirik ke arah jam dinding untuk memastikan benar-benar pagi telah layak untuk disambut. Setiap pagi sebelum azdan berkumandang selalu terdengar rintihan pintu rumah kayu kami ketika dibuka. Kreettt, Bapak membuka pintu sembari berteriak memanggil dan mengajaku untuk pergi bersama sholat berjamaah di mushola tak jauh dari rumah kami. “Royan, bergegaslah ke mushola, bapak tunggu!” “Iya pak, Royan segera menyusul” Sepulang ku dari mushola, aku langsung bergegas membantu ibu ku yang sedang sibuk memasak untuk keperluannya berjualan nasi di depan rumah kami. Ya, aku adalah anak seorang penjual nasi, hidup kami sederhana, tak...

Wiro Sableng #106 : Rahasia Bayi Tergantung

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM SATU Dalam rimba belantara di kaki Gunung Labatu Hitam yang biasanya diselimuti kesunyian sekali ini terdengar suara aneh berkepanjangan. Seperti ada seseorang yang tengah mengucapkan atau merapal jampi-jampi tak berkeputusan. "Kau mendengar suara itu wahai tiga saudaraku?" bertanya sosok tinggi besar berewokan yang dua kakinya terbungkus batu besar berbentuk bola. Orang ini adalah Lakasipo, bekas Kepala negeri Latanahsilam yang kemudian dikenal dengan julukan Bola-Bola Iblis alias Hantu Kaki Batu. Seperti diceritakan dalam serial Wiro Sableng sebelumnya, berkat pertolongan Hantu Tangan Empat maka Wiro dan Naga Kuning serta si kakek berjuluk Setan Ngompol sosok tubuhnya berhasil dirubah menjadi lebih besar walau belum mencapai sebesar sosok orang-orang di Negeri Latanahsilam. Karena itulah jika sedang mengadakan perjalanan jauh Lakasipo selalu membawa ke t...

Pancake Buat Tuhan

Brandon bocah berumur 6 tahun. Suatu hari sabtu pagi, dimana biasanya orang tuanya tidak bekerja dan tidur sampai agak siang, Brandon menyiapkan sebuah kejutan. Ia berencana membuat pancake. Ia mengambil sebuah mangkuk besar, sendok, menggeser kursi ke pinggir meja, dan menarik sebuah tupperware berisi tepung yang berat, menumpahkan sebagian isinya ke lantai. Lalu ia mengambil tepung itu dengan tangannya, sebagian berserakan di meja makan, lalu mengaduknya dengan susu dan gula sehingga bekas adonan berceceran di sekelilingnya. Ditambah lagi dengan beberapa telapak kaki kucingnya yang ingin tahu apa yang sedang terjadi. Brandon tampak tertutup dengan tepung dan kelihatan sangat frustasi. Yang dia inginkan hanya membuat sesuatu untuk menyenangkan mama dan papanya. Tapi kelihatannya yang terjadi malah sangat amat buruk. Dia sekarang tidak tahu harus berbuat apa, apakah memasukkan adonan ke dalam oven atau dibakar di perapian. Lagipula dia tidak tahu cara menyalakan api di kompor atau ...